{"id":4235,"date":"2025-03-26T02:16:39","date_gmt":"2025-03-26T02:16:39","guid":{"rendered":"https:\/\/masrakyat.com\/?p=4235"},"modified":"2025-03-26T02:16:41","modified_gmt":"2025-03-26T02:16:41","slug":"pelecehan-sex-dibawah-umur-pelaku-penasaran-melihat-bulu-badan-dan-tubuh-ubu-ubur-ikan-lele-bebulu-le","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/masrakyat.com\/?p=4235","title":{"rendered":"PELECEHAN\u00a0 SEX\u00a0 DIBAWAH UMUR, PELAKU\u00a0 PENASARAN\u00a0 MELIHAT\u00a0 BULU\u00a0 BADAN DAN TUBUH.,,UBU-UBUR IKAN LELE BEBULU LE.."},"content":{"rendered":"\n<p>Serdang Bedagai Masrakyat.com.<br>Telah di hebohkan&nbsp; oleh kejadian Maraknya&nbsp; pelecehan oleh pelaku B.Purba terhadap korban yg bernama, sebut saja namanya : m.yg tinggal di pantai cermin.kabupaten Serdang Bedagai . pelaku predator kuat dugaan<br>Melihat&nbsp; bulu tangan korban si m .yang bulu tangannya lebat.<\/p>\n\n\n\n<p>Tempat kejadian , pada saat&nbsp; opung Panjaitan mengadakan syukuran kedatangan Cucunya di dusun 5 pantai cermin. Menurut Impormasi Masyarakat dan awak media&nbsp;.pelaku melihat si korban dan bertanya kau Anak siapa,,si korban menjawab anak Saur siregar.kemudian pelaku mengatakan ooo,lalu pelaku&nbsp; mengatakan&nbsp;&nbsp; ada kemanakan juga sama dengan mu,yang bisa mengobati&nbsp; ,katanya. Pelecehan sex pada hari Rabu\/29\/1\/2025 lalu.pukul 15&nbsp; wib.kejadian di dusun&nbsp; 5&nbsp; desa pantai cermin kiri,kecamatan pantai cermin.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu&nbsp; pelaku&nbsp; menanyakan&nbsp; tangan mu Berbulu juga ya dan merabanya. ,lalu korban mengatakan ya pung,lehermu&nbsp; berbulu , kata pelaku&nbsp; gak pung.kemudian pelaku&nbsp; memaksa dadamu berbulu,dengan memegang&nbsp; kerah baju korban,lihat dulu lihat dulu, kemudian si korban meronta ,menepiskankan tangan sipelaku ,apanya opung ini,dengan bahasa keras lalu sipelaku pergi merasa malu&nbsp; dan takut.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian&nbsp; sikorban pulang ke rumah opungnya tempat dia tinggal dan menangis tersedu sedu ketakutan dan malu,malu&nbsp; terhadap apa yang di lakukan B.purba ke dirinya&nbsp; seperti terauroma. Padahal sikorban memangil sipelaku opung yang arti bahasa Indonesianya&nbsp; kakek.<br>Warga yang mengetahui&nbsp; kejadian tersebut tidak menyangka B.Purba tega melakukan itu&nbsp; ,perbuatan yang memalukan pelecehan sama Anak sekolah di bawah umur.apa lagi kita orang Batak tarombo dan adat di junjung tinggi ,beretika dan bermartabat ,bertutur. Padahal B.Purba&nbsp; Mempunyai&nbsp; jabatan di Gereja GKPS di kampung besar\/ kampung Dadap pantai cermin kiri.pelaku beralamat&nbsp; rumah di dusun 1&nbsp; desa Kuala lama kecamatan pantai cermin.<\/p>\n\n\n\n<p>Opung korban N.br. Sihombing melihat&nbsp; Cucunya Menangis rerintihan&nbsp; yang amat sedih, Lalu si opungnya bertanya ,kenapa kau menangis pung ,tanya opung N br.Sihombing ke cucunya,jawabnya aku di ganggu opung B.Purba dan di pegang dan di Raba, jawab&nbsp; Cucu dengan tangis Tersedih &#8211; sedih.tak butuh waktu Lama lalu opung meminta tolong sama orang tua dan tetangga agar memanggil si pelaku,agar mau datang rumah untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan gimana&nbsp; kronologisnya kejadiannya.<br>Pada malam&nbsp; hari kemudian orang tua dan Jiran tetangga&nbsp; datang kerumah opung si korban untuk memper jelas apa sebenarnya yang terjadi sama Cucunya.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah sampai B.Purba dirumah opung&nbsp; N.br Sihombing ,tetangga dekat datang&nbsp; berjumlah 8 orang diantaranya ibu dan bapak. beberapa menit kemudian&nbsp; pak HS menanyakan bagaimana kejadian&nbsp; coba tolong ceritakan sebenarnya ,sehingga si m .menangis setelah pulang dari&nbsp; rumah opung&nbsp; Panjaitan\/ br Reg .acara syukuran&nbsp;&nbsp; paebatton pahoppu.lalu pelaku&nbsp; menjawab saya tidak ada niat berbuat begitu, hanya penasaran saja ,sipelaku&nbsp; mengaku hanya sekali&nbsp; memegang ,kemudian sikorban membantah itu tidak benar saya&nbsp; Cuman&nbsp; penasaran. hanya Tuhan yang tau pung,kata si korban. Lalu orang tua dan Hs&nbsp; bertanya berapa kali kau pegang ,hanya satu kali. Jawab&nbsp; B.Purba.lalu kata si korban bohong kau pung, 3&nbsp; kali di pegang. Mendengar&nbsp;&nbsp;&nbsp; kata cucunya opung N.br Sihombing pun menangis,yang megang-megang cucunya&nbsp; sudah opung -opung.<\/p>\n\n\n\n<p>Opung N.br Sihombing mengatakan tidak ada maaf,kalau bisa minta&nbsp; maaf ku pijaklah kau&nbsp;&nbsp; amang, jangan kau layas melihat&nbsp; orang&nbsp; susah ,gimana kalau Anakmu di buat orang&nbsp; kayak gitu. Tuhan tidak tidur ,&nbsp; aku tidak terima dan melanjutkan masalah ini ke pihak yang berwajib&nbsp; PPA Perlindungan&nbsp; perempuan dan Anak -anak,Agar di beri hukuman yang setimpal sesuai hukum yang berlaku di Negeri ini tuturnya.lalu opung N.br.Sihombing menelpon&nbsp; saya untuk datang kerumahnya&nbsp; agar di bantu solusi kejadian Cucunya tersebut.kemudian kita serahkan sama tim investigasi DPC&nbsp; LSM PENJARA kabupaten&nbsp; Serdang Bedagai.lalu Tim menuju kantor desa pantai cermin kiri Amad Elizar untuk menjembatani masalah m.yang di lecehkan oleh B.Purba.selama seminggu,kemudian pak kades&nbsp; Amad Elizar meng hubung hp Seluler B.purba mengatakan kami sudah damai,terserahlah katanya.<br>Lalu pak kades Amad ELizar berusaha menelpon kades Kuala lama Usman,karna itu adalah warganya, kades Usman juga sudah berupaya untuk mediasi&nbsp; Namun B .purba tidak mau ,dua kepala desa merasa kecewa . Di duga B.purba kebal hukum&nbsp; Anggar kuku.<\/p>\n\n\n\n<p>UPT. PPA Serdang&nbsp; Bedagai&nbsp; sdh menyerahkan ke polres Serdang Bedagai untuk di tindak lanjuti.<br>Kemudian sikorban&nbsp; dan opungnya melaporkan ke PPA polres Serdang Bedagai.dan Surat tanda penerimaan laporan ,nomor STTLP\/69\/111\/2025 polres Serdang Bedagai\/Polda Sumut.<br>Itu lah sementara berita korban pelecehan sex yg di lakukan B. Purba terhadap M.(TPS).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Serdang Bedagai Masrakyat.com.Telah di hebohkan&nbsp; oleh kejadian Maraknya&nbsp; pelecehan oleh pelaku B.Purba terhadap korban yg&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4230,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-4235","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4235","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4235"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4235\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4236,"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4235\/revisions\/4236"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4230"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4235"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4235"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4235"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=4235"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}