{"id":7860,"date":"2025-09-22T22:26:27","date_gmt":"2025-09-22T15:26:27","guid":{"rendered":"https:\/\/masrakyat.com\/?p=7860"},"modified":"2025-09-22T22:26:29","modified_gmt":"2025-09-22T15:26:29","slug":"komitmen-lindungi-anak-polda-sumut-bongkar-jaringan-perdagangan-bayi-8-tersangka-ditangkap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/masrakyat.com\/?p=7860","title":{"rendered":"Komitmen Lindungi Anak, Polda Sumut Bongkar Jaringan Perdagangan Bayi, 8 Tersangka Ditangkap"},"content":{"rendered":"\n<p>MEDAN &#8211; Media Masrakyat com<\/p>\n\n\n\n<p>Para tersangka sindikat perdagangan bayi yang diamankan Subdit IV Renakta Direktorat (Dit) Reskrim Polda Sumut ternyata sudah beraksi lebih dari lima kali.<\/p>\n\n\n\n<p>Praktik ilegal tersebut sudah dilakukan para tersangka sejak beberapa tahun lalu.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Dari hasil penyelidikan kita, ini (perdagangan anak) berlangsung sejak 2023. Mereka sudah berhasil menjual 8 anak,&#8221; ungkap Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Ferry Walintukan, Senin (22\/9\/2025) sore.<\/p>\n\n\n\n<p>Kata Ricko, para tersangka kecuali ibu bayi sudah seperti terorganisir dalam menjalankan aksinya. Jaringan mereka selalu terputus dari penjual hingga pembeli.<\/p>\n\n\n\n<p>Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terakhir dilakukan terhadap korban bayi laki-laki yang dilahirkan tersangka BDS alias TBD (24).<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Korban terakhir adalah bayi laki-laki yang baru lahir 3 hari. Terputus, antara penjual dengan pembeli putus,&#8221; jelas Kombes Pol Ricko.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia menyebut, praktik perdagangan bayi itu hingga antarprovinsi. Setiap bayi yang sudah laku terjual berkisar antara Rp 10-15 juta.<\/p>\n\n\n\n<p>Kombes Pol Ricko mengatakan, praktik TPPO itu dilakukan oleh tersangka yang sama, kecuali orang tua korban. &#8220;Delapan kali itu tersangka yang sama,&#8221; bebernya.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, bayi tersebut masih dititipkan di RS Bhayangkara. Polda Sumut tengah berkoordinasi dengan pihak Dinsos untuk perawatan sementara bayi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya, Subdit IV\/Renakta Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut menggerebek sebuah rumah kos karena diduga menjadi tempat praktik perdagangan bayi yang baru lahir.<\/p>\n\n\n\n<p>Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh melalui Kasubdit IV Renakta, Kompol M Ikang Putra menjelaskan, pengungkapan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tersebut dilakukan di Jalan Jamin Ginting Gang Juhar, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru, Medan.<\/p>\n\n\n\n<p>Polisi menangkap 8 orang tersangka, 7 diantaranya wanita dan seorang pria secara terpisah dengan peran berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari rangkaian penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan seluruh delapan tersangka berikut perannya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>BDS alias TBD &#8211; ibu kandung bayi, meminta SRR menjual bayinya.<\/li>\n\n\n\n<li>SRR &#8211; tante bayi, menghubungi perantara.<\/li>\n\n\n\n<li>AD &amp; SS &#8211; perantara yang menawarkan bayi ke MS.<\/li>\n\n\n\n<li>MS &#8211; bidan, membeli bayi dari AD dan SS.<\/li>\n\n\n\n<li>PT &amp; JES &#8211; membeli bayi dari MS dan hendak menjual ke MM.<\/li>\n\n\n\n<li>MM alias BL &#8211; calon pembeli terakhir yang akan menjual kembali bayi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Para tersangka dijerat Pasal 83 Jo pasal 76F UU RI No 35 tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU No 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 2 UU RI No 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan TPPO Jo Pasal 55 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>((HS)) <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MEDAN &#8211; Media Masrakyat com Para tersangka sindikat perdagangan bayi yang diamankan Subdit IV Renakta&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7861,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-7860","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7860","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7860"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7860\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7862,"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7860\/revisions\/7862"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7861"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7860"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7860"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7860"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/masrakyat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=7860"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}